Sampai habisnya angka 23 dan 59, mereka masih terus saling berkenalan satu sama lain. Dengan memiliki hobby yang sama, mereka ngga pernah kehabisan topik buat bercerita. Beruntung. Sampai akhirnya, tania ngga bales sms lagi. Diga bingung kenapa tania ga bales sms dia. Mungkin udah tidur ato ngga punya pulsa. Tapi kayanya sih udah tidur. Diga pun mengirim satu pesan terakhirnya di awal hari itu, "Selamat tidur ! Makasih udah bisa kenalan sama kamu hehe. Sampai besok". Senyum indah yang tanpa beban itu membawa diga tertidur pulas dan membantu dia mengurangi banyaknya pikiran yang ada didalam brankas otaknya itu.
Tania : Selamat pagi Digoooooo !! Maaf kemaren ketiduran nih ehehehe.
( Jam menunjukkan pukul 05.33)
Diga : Hey hey ! Selamat pagi juga ! Iya gpp hahaha. Ke sekolah jam berapa ?
Tania : Yaampun kamu baru bangun ?
(Jam menunjukkan pukul 08.12)
Diga : Iya haha tadi malem bikin lagu dulu sih.
Tania : Eh iya gimana lagu udah jadi belumm ?
Diga : Baru jadi liriknya sih hehe.
Tania : Boleh liat ga ?
Diga : Jangan ah haha ntar aja kalo udah jadi semuanya hehe.
Tania : Yah yaudah deh.
Diga : Jangan ngambek atuh yaaa
Tania : Iya engga ko kalem aja haha.
Diga sedang merasa bahagia. Pasalnya, ini pertama kalinya dia deket sama cewe setelah lama ngga deket sama seseorang lagi. Dia terus melakukan semuanya seperti yang sudah umum dilakukan. Layaknya orang yang sedang falling in love at the first sight, diga ga bisa berhenti buat chat sama tania.
Jam udah menunjukkan pukul 11 kurang. Ini saatnya buat semua pelajar yang merasa dirinya pelajar untuk sekolah. Ya, disini diga dan teman-teman seangkatannya memang berbeda nasib dengan kalian. Mereka kedapatan sekolah siang, entah selama satu ato dua semester.
Tiba-tiba bel berbunyi, ketika diga sedang menulis sms :
Diga : Aku udah disekolah nih, kamu dimana ? hehe.
Tania : Aku masih otw*. Bentar lagi sampe kok hehe. (*otw = oke tungguan wee)
Diga : Eh cepetan loh ini udah masuk.
Tania : Bohong ! sekarang baru jam berapa.
Diga : Eh yaudah ga percaya mah.
Tania : Ih serius diga !
Diga : Engga atuh hehehe.
Tania : Ih dasar.
Seakan cicak yang dikagetkan, ketika diga ditepuk dari belakang oleh teman-temannya diga terloncat (baca = kaget) sambil berkata :
Diga : Wey !
Tria : Sibuk nih euy yang baru kenalan mah.
Dokar : Maneh udah ngerjain tugas bahasa belum ?
Diga : Tugas ? Bahasa ? Apaan ?
Dokar : Yang disuruh bikin puisi tea, tau ga ?
Diga : Eh anjrit* ! Gataulah. (*anjrit = pelesetan dari hewan)
Reno : Diga maneh bawa motor ga ?
Diga : Bawa, kenapa ?
Dokar : Eh udah bikin belum ?
Diga : Belumlah, baru tau sekarang. Gimana dong ?
Reno : Parkir dimana ?
Dokar : Buatlah cepet.
Reno : Dig...
Diga : Apaaaaa ? Kalem ih. Parkir dibelakang.
Reno : Oh, tadi liat karbunya copot.
Diga : Sip.
Tria : Eh gue juga belum bikin puisi.
Diga : Yaudah hayu bikin. Tapi tentang apa ya ?
Dokar : Apa ajalah yang cepet.
Tria : Maneh kan lagi deket sama cewe tuh, bikin puisi tentang dia aja.
Diga : Apa atuh. Gamau ah.
Dokar : Yaudah terserah lo. Cepetan bentar lagi masuk.
Diga yang terdesak waktu tidak bisa berpikir cepat. Begitu pula Tria yang terdesak meja saking terhimpitnya oleh kekerasan dunia. Dan ketika pandangan Diga buyar, ada seorang perempuan melintas melalui jendela kelasnya. Ya, itu ternyata bukan Tania. Lalu untuk apa penulis menulis ini. Ya, penulis teralihkan perhatiannya, maaf. Oh, ternyata itu Tania ! Tapi hanya seseorang yang mirip dengan dia. Ya memang dia itu saking lucunya, gaada orang yang sama kaya dia. Sepertinya cerita ini sudah semakin kacau.
Diga yang masih terdesak oleh tuntutan tugas mulai berpikir. "Apakah gue harus buat puisi tentang dia ? Tapi ntar gue dibilang lagi galau. Sebuah penantian cinta yang dalam perjalanan. Enaknya sih mending bikin puisi tentang kehidupan. Semangat ! Bukan tentang cewe yang diharapkan cinta, kasih, dan sayangnya". "Yaudah kepepetlah ini mah, ambil dari lirik yang tadi malem gue buat aja. Siapa tau guru B indonesianya bakal tertarik dan ngerekrut gue buat masuk grup bandnya dia" sambung Diga sambil banyak berkhayal yang tidak-tidak.
Seketika dia sedang menulis, benar saja ada feeling yang mengatakan bahwa : kelak akan ada seseorang yang melewatimu, dia memakai seragam sekolah dengan rambutnya yang setengah diikat. Sungguh lucu. Apalagi kalo dia lagi pake kacamata. Pernah sekali melihat koleksi fotonya disalah satu tempat. Disitu terdapat sebuah foto yang menggambarkan beberapa penjelasan tadi. Oh, indahnya. Lalu Diga sedikit mengintip lewat jendela, dan didapatinya seorang murid sedang kencing ! Oh salah konteks, maaf. Didapatinya sesosok perempuan berparas tinggi dengan memakai seragam dan rambutnya yang setengah diikat, melewatinya dengan penuh senyum. Diga seolah tak berdaya menahan kuasa untuk tetap melirik sosok itu. Sungguh menyeramkan bila dibayangkan tiba-tiba sosok itu menghilang dan tergantikan oleh seuntas tubuh wanita memakai jubah putih :O . Diga membuang pikiran itu sambil malu-malu iya kembali melirik ke arah jendela. Tiba-tiba, benar saja sesosok wanita menggunakan jubah putih itu datang ! Dan perlahan memasuki kelas Diga. Sambil basah kuyup oleh keringat dinginnya, Diga merasa bahwa ini adalah hari terakhirnya dikelas ini. Tapi anehnya ketika ia melihat wanita itu, ia tertuju pada barang bawaannya. Yang terdapat sebuah daftar nilai dan tas berisi buku panduan berbahasa indonesia yang baik dan benar menurut semua pendiri bahasa. Ya benar ! Ini adalah hari terakhir Diga dikelas ! Diga takut ketahuan belum menyelesaikan puisinya. Dia takut dikeluarkan selama jam pelajaran bahasa indonesia. Dia lalu cepat-cepat menyalin semua kata-kata yang ada di hapenya dimana terdapat notes tentang lirik yang tadi malam ia buat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar